Cara Mengubah Kebiasaan Jelek Menjadi Penghasilan

Cara Mengubah Kebiasaan Buruk Menjadi Penghasilan – Setiap orang mempunyai kebiasaan baik dan kebiasaan buruk. Hal itu manusiawi. Jika kita hanya mempunyai kebiasaan baik saja, maka kita bukan insan melainkan malaikat. Kebiasaan jelek yang kita miliki mau tak mau harus kita sadari ada dalam diri kita. Tentunya, dengan upaya untuk memperbaikinya dari hari ke hari.

Namun, siapa sangka, ternyata ada kebiasaan-kebiasaan jelek seseorang yang sanggup menjadi sumber penghasilan lho! Kok bisa? Iya, lah. Bagi orang kreatif, tidak ada hal yang sia-sia. Semua sanggup jadi uang. Orang yang mendaur ulang barang bekas sanggup mengubah barang-barang yang tak mempunyai kegunaan menjadi barang yang sanggup dijual dengan harga tinggi. Hampir sama dengan analogi daur ulang tadi, kamu sanggup mengubah kebiasaan burukmu menjadi hal yang lebih mempunyai kegunaan dan menghasilkan uang.

Berikut ini Bala bakal merangkum kebiasaan jelek dan cara mengubahnya menjadi uang. Selamat menyimak ya, Guys!

Karir Buat Si Cerewet

Kamu suka banget ngomong? Banyak orang yang sebel atas kecerewetanmu? Tenang, kamu sanggup mengalihkan kebiasaan cerewetmu menjadi lebih mempunyai kegunaan dengan menjadi penyiar radio atau pembawa acara. Coba latih skill bicaramu menjadi lebih baik dengan mempelajari banyak sekali teori public speaking dan aplikasikan pada karirmu sebagai penyiar radio atau pembawa acara. Dijamin, cerewet-mu akan lebih terarah dan tentu saja kamu dibayar untuk itu. Asyik, bukan?

Jika kamu mempunyai tingkat percaya diri yang lebih, kamu sanggup bikin video-video tutorial atau video humor dan unggahlah di youtube. Kamu sanggup me-monetize atau menghasilkan uang dari channel youtube-mu jikalau videomu menarik dan dilihat banyak orang.

From Shopper to be Entrepreneur

Buat kamu yang hobi banget yang namanya shopping, maka kamu perlu memanage kembali kebiasaanmu ini menjadi lebih produktif. Maksudnya, shopping alias belanja merupakan aktifitas konsumtif dan pastinya menghabiskan banyak uang. Boros banget alasannya ialah kamu nggak sanggup mengendalikan cita-cita untuk mempunyai barang-barang yang dijual di mal maupun online shop. Daripada hidup kamu jadi tekor alasannya ialah sifat konsumtif-mu, mendingan kamu alihkan hobi kamu dari tukang belanja (shopper) menjadi pengusaha (entrepreneur).

Memang menjadi pengusaha tidak mudah, namun sanggup dipelajari, kok. Kamu yang hobi belanja, niscaya tahu barang bagus, apa yang diminati orang ketika ini, dan dimana kamu sanggup mendapat barang tersebut. Lebih manis lagi kalau kamu jago nawar. Kamu manfaatkan skill belanja kamu untuk menjual banyak sekali macam barang yang biasa kamu beli. Misalnya, kamu suka fashion, maka jadilah pengusaha fashion. Selain memuaskan cita-cita belanja, kamu juga sanggup meraup laba dengan menjadi pengusaha. Mantap, kan?

Buat Kamu Yang Suka Kepo

Suka stalking timeline mantan? Atau, ngegosipin orang? Nggak usah tersinggung dan murka kalau itu kenyataan (hehehe, peace!). Sadarlah, Guys, hidupmu terlalu berharga buat ngelakuin hal-hal yang nggak masuk nalar kayak gitu. Mendingan kamu alihkan kebiasaan burukmu itu menjadi hal yang bermanfaat.

Caranya, alihkan rasa ingin tahumu yang besar untuk mempelajari hal-hal berguna. Kamu sanggup bergabung menjadi tim penulis di website berita, dengan bekal stalking-stalking wacana artis yang sedang naik daun. Atau menulis artikel yang bermanfaat. Dengan begitu, rasa ingin tahumu akan teralihkan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Bukan hanya untuk mencampuri kehidupan orang lain dan larut dalam kesia-siaan. Hebatnya lagi, kamu sanggup dapet duit dari menulis. Coba deh!

Buat Yang Males Cuci Baju

Nah, kalau yang ini parah banget nih. Baju-baju kamu sendiri. Tapi kok males nyuci, ya? Maunya di laundry terus. Duh. Ini sih namanya males yang merugikan, alasannya ialah akan menjadi kebiasaan boros. Memang lezat kalau ada yang nyuciin, namun kantongmu sanggup jebol kalau terus mengandalkan laundry.

Solusinya? Coba kamu bikin perjuangan laundry! Yups, dengan membuka jasa laundry, kamu sanggup basuh baju kamu di daerah laundry-mu sendiri sekaligus membuka peluang penghasilan dari perjuangan laundrymu. Kamu tetap sanggup menggunakan jasa karyawan, namun kamu sanggup lebih bertanggung jawab sekaligus mendapat penghasilan dari “kebiasaan burukmu” malas cusi baju. Sounds better?

Sebenarnya masih banyak lagi kebiasaan jelek yang sanggup kamu alihkan menjadi sesuatu yang lebih bermakna dan menghasilkan sesuatu. Ternyata, selain dari hobi, merintis perjuangan juga sanggup dilakukan dari ilham kebiasaan jelek yang kamu miliki. Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *